tata cara zakat fitrah

Tata Cara Zakat Fitrah sebagai Penyempurna Ibadah Puasa dibulan Ramadhan

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa zakat fitrah merupakan satu bagian ibadah yang termasuk dalam rukun islam yang ketiga yang harus ditunaikan bagi setiap muslim. Biasanya kegiatan ini dilakukan dibulan ramadhan setelah kita berpuasa sebulan dan diakhir ramadhan melaksanakan zakat sebagai rangkaian ibadah untuk menyempurnakan puasa kita. Adapun tata cara zakat fitrah akan di diuraikan dibawah ini.

Pengertian Zakat Fitrah

Menurut Wikipedia Zakat fitrah adalah zakat diri yang diwajibkan atas diri setiap individu laki-laki maupun perempuan muslim yang berkemampuan sesuai syarat-syarat yang ditetapkan.

Berkata Ibnul Atsir: “Zakat fitrah (fithr) adalah untuk mensucikan badan” (An Nihayah 2:307) Berkata Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Atsqolani menukil perkataannya Abu Nu’aim: “Disandarkan shodaqoh kepada fithr (berbuka) disebabkan karena wajibnya untuk berbuka dari bulan Ramadhan.” Adapun pendapatnya Ibnu Qutaibah: “Yang dimaksud zakat Fitrah adalah zakat jiwa, istilah itu di ambil dari kata fitrah yang merupakan asal dari kejadian.” Pendapat ini dilemahkan oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar dan yang benar adalah pendapat yang pertama. (lihat Fathul Baari 3:367).

Sabda Rasulullah shallallohu alaihi wa sallam: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mewajibkan zakat Fithr (fitrah) satu sha’ dari kurma atau satu sha’ dari gandum kepada budak atau yang merdeka, laki-laki atau perempuan anak kecil ataupun dewasa dari kaum muslimin dan Beliau menyuruh untuk dibayar sebelum manusia keluar untuk shalat (‘ied).” (HR. Bukhari Kitab Zakat 3:367 no. 1503 dari hadits Ibnu Umar)

Sumber : Wikipedia.org

Hukum Zakat Fitrah

Dari keterangan diatas jelas bahwa zakat fitrah tentu saja hukumnya wajib ditunaikan bagi setiap muslim. Dan besaran zakat yang harus dikeluarkan sebesar satu sha’ yang kalo di Indonesia sama dengan 3,5 liter beras atau 2,5 kg beras atau bisa juga dengan gandrum, sagu, kurma. Sebagaimana yang diterangkan sesuai dengan hadist yang diatas yang disalurkan kepada orang yang berhak menerimanya.

Tata Cara Membayar Zakat Fitrah

Lantas bagaimana tata cara membayar zakat fitrah ?. Biasanya pelaksanaan zakat fitrah bisa dilakukan sendiri terhadap orang yang berhak menerima zakat atau biasa disebut asnaf zakat. Atau jika kita ragu bisa disalurkan melalui lembaga Amil Zakat yang terpercaya, bahkan sekarang di lingkungan masing-masingpun biasanya sudah ada badan amil zakatnya yang mengelola zakat fitrah yang dibentuk oleh DKM setempat.

Zakat fitrah dikeluarkan sebelum masuk waktu sholat idul fitri di hari-hari terakhir dibulan suci ramadhan. Itulah dasar pokok kenapa zakat fitrah berbeda dengan sedekah-sedekah lainnya. Sebagaimana tercantum pada hadits Rasulullah shalallahu alaihi wassalam yang berbunyi :
“Barangsiapa yang menunaikan zakat fitri sebelum shalat Id maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat Id maka itu hanya dianggap sebagai sedekah di antara berbagai sedekah.” (HR. Abu Daud).

Untuk memunaikan zakat fitrah tentunya ada syarat wajibnya yang harus dipenuhi diantaranya :

  1. Tentunya beragama Islam dan merdeka 
  2. Ada diantara dua waktu bulan Ramadan dan Syawal walaupun hanya sesaat
  3. Mencukupi hartanya melebihi kebutuhannya sehari-hari untuk dirinya dan orang-orang di bawah tanggungan menjelang hari raya dan malamnya. 

Selain itu, ada pula syarat tidak wajib zakat fitrah, antara lain: 

  1. Anak yang lahir selepas terbenam matahari pada hari akhir dibulan Ramadhan 
  2. Orang yang meninggal sebelum terbenam matahari pada akhir Ramadhan 
  3. Orang yang baru memeluk agama Islam sesudah matahari terbenam pada akhir Ramadhan 
  4. Tanggungan istri yang baru saja dinikahi selepas matahari terbenam pada akhir Ramadan 
  5. Semua umat Muslim yang memenuhi syarat-syarat wajib zakat fitrah tersebut maka diwajibkan untuk membayarkan zakat termasuk anak-anak bisa diwakilkan oleh orang tua dalam pembayarannya.

Lantas bagaimana niatnya dalam menunaikan zakat fitrah, tentu kita bisa berniat dengan bahasa kita sendiri atau dengan niat seperti berikut :

1. Niat Untuk Diri Sendiri

ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an nafsi fardhan lillahi ta’ala

Artinya : ” Saya niat mengeluarkan zakat atas diri saya dan atas sekalian yang saya wajibkan memberi nafkah pada mereka secara syari’at, fardhu karena Allah ta’ala.”

2. Zakat Fitrah untuk Istri

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an zaujati fardhan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku fardhu karena Allah Taala.”

3. Zakat Fitrah Untuk Anak Laki-laki

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻭَﻟَﺪِﻱْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an waladi fardhan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku …(sebutkan nama), fardhu karena Allah Taala.”

4. Zakat Fitrah Untuk Anak Perempuan

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺑِﻨْﺘِﻲْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an binti fardhan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku …(sebutkan nama), fardhu karena Allah Taala.”

5. Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Seluruh Keluarga

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri anni wa an jami’i ma yalzimuniy nafaqatuhum syar’an fardhan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku fardhu karena Allah Taala.”

6. Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ (…) ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an (…) fardhan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk……..(sebutkan nama spesifik), fardhu karena Allah Taala.”

Tentunya tidak hanya orang yang berzakat saja yang berniat, yang menerima zakatpun disunnahkan membaca do’a seperti salah satu contohnya dibawah ini :

ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًﺍ

Aajaraka Allahu fiima a’thayta, wa baaraka fiima abqayta wa ja’alahu laka thahuran

Artinya: “Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, dan semoga Allah memberikan berkah atas harta yang kau simpan dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu.”

Demikian tata cara pelaksanan zakat fitrah semoga apa yang saya paparkan ada manfaatnya, adapun jika ada kekurangannya. Silahkan bisa menambahkan atau berkomentar dibawah ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *