Kenapa Perumahan Bersertifikat HGB

Kenapa Perumahan Bersertifikat HGB ? Kenali KPR yang Anda Miliki, Bisa Jadi belum Bersatus SHM.

Bagi anda yang memiliki rumah KPR atau pun rumah bersubsidi perlu anda cek status keberadaan property yang anda miliki. Bisa jadi legalitas rumah yang Anda tempati masih berstatus SHGB. Yang jadi pertanyaan Kenapa perumahan banyak yang bersertifikat HGB ?

Mungkin hampir semua orang yang memiliki rumah terutama yang KPR, ketika membeli huniannya tidak pernah memperdulikan status rumahnya dan memahami apa perbedaan SHGB dengan SHM. Yang jelas rumah yang kita cicil setiap bulannya selalu kita anggap sudah menjadi hak milik kita betul gak ?.

Kenapa Perumahan Bersertifikat HGB

Jika berpikiran seperti diatas tentunya sama seperti saya ketika pertama kali membeli rumah dengan KPR. Jika legalitas rumah kita masih dalam posisi SHGB, dalam jangka waktu tertentu ini tidaklah menjadi masalah. 

Tetapi jika kita tidak memperpanjang sertifikat kepemilikan HGB ini baru akan menjadi masalah. Memang secara kepemilikan tidak akan beresiko. Tetapi secara hukum jika kita tidak memperpanjang status kepemilikannya maka tetap kita dinyatakan bersalah.

Supaya tidak panjang lebar akan saya jelaskan sedikit kenapa banyak perumahan bersertifikat HGB.

Perlu anda ketahui bahwa developer adalah sebuah badan hukum yang statusnya tidak diperbolehkan memiliki tanah hak milik. Walaupun pada awalnya developer membeli tanah dengan status SHM dari masyarakat. Pada kenyataannya proses tanah dengan status SHM tersebut harus di turunkan terlebih dahulu kepemilikannya menjadi Hak Guna Bangunan. Agar bisa dilakukan proses jual beli dan balik nama ke atas nama PT developer.

Setelah itu baru pihak developer bisa menjual rumah dengan status Hak Guna Bangunan kepada konsumen. Tetapi tidak sedikit juga dari pihak pengembang perumahan ini yang langsung mengurus peningkatan hak milik konsumennya menjadi SHM tetapi  tidak sedikit juga pihak developer yang mempersilahkan konsumen sendiri yang mengurus peningkatan hak tersebut statusnya menjadi SHM.

Artinya pernyataan diatas bahwa si pemilik property hanya memperoleh rumah dengan legalitas haknya berupa HGB, yang disertai dengan ijin mendirikan bangunan (IMB) yang menandakan bahwa lokasi tersebut digunakan sebagai rumah tinggal.

Dari segi kekuatan secara hukum tentu SHM lebih unggul dari pada SHGB. Maka dari itu kenali terlebih dahulu status KPR yang Anda miliki jangan sampai ada kendala dikemudian hari. Apalagi kepemilikan rumahnya sudah melebihi dari jangka waktu 20 tahun.

Untuk mengetahui status kepemilikan rumah kita bisa bertanya kepada pengembang yang mengurus pembelian KPR. Atau bisa juga menanyakan kepada Bank yang memberikan anggunan rumah yang kita tempati. Dan cara yang ketiga bisa juga bertanya kepada notaris yang mengurus pembelian rumah kita.

Mungkin ini yang bisa saya sampaikan kita perlu tahu kenapa perumahan bersertifikat HGB bukan SHM. Agar kita tidak menyalahkan pihak pengembang dan akan lebih jeli lagi ketika kita akan menambah invertasi dengan membeli rumah baru. Sehingga lebih cepat mengurus persyaratan legalitas SHGB menjadi SHM. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *